Selasa, 22 November 2011

Taira no Kiyomori

Taira no Kiyomori (平 清盛?) (1118 - 20 Maret 1181) adalah samurai yang menjabat kepala klan Taira di akhir zaman Heian. Kiyomori adalah samurai pertama yang diangkat sebagai pejabat tinggi yang disebut Daijō Daijin.
Setelah berjasa dalam Pemberontakan Hōgen, Kiyomori mendapat izin dari Kaisar Goshirakawa untuk menghabisi Minamoto no Yoshitomo yang melancarkan Pemberontakan Heiji. Setelah menjabat Daijō Daijin, klan Taira yang dipimpinnya berhasil menjadi klan paling berkuasa di Jepang. Kekuasaan pemerintahan seluruhnya berada di tangan klan Taira setelah Kaisar Goshirakawa dikenakan tahanan rumah.
Pada masa itu, anggota klan Taira menyombongkan diri dengan istilah, "Kalau bukan anggota klan Taira, berarti bukan manusia" (Heishi ni arazumba hito ni arazu). Kesombongan klan Taira menyebabkan ketidakpuasan di kalangan samurai. Sewaktu pasukan klan Minamoto sedang melancarkan pemberontakan untuk menjatuhkan klan Taira, Kiyomori meninggal akibat demam dan panas tinggi.

Minamoto no Yoritomo

Minamoto no Yoritomo (源 頼朝?, 9 Mei 11479 Februari 1199) adalah pendiri sekaligus shogun pertama Keshogunan Kamakura. Lahir sebagai putra ketiga Minamoto no Yoshitomo, ayahnya adalah garis keturunan utama Kawachi Genji (klan Minamoto dari Kawachi).
Yoritomo diasingkan ke Izu setelah ayahnya tewas dan klan Minamoto tersingkir akibat Pemberontakan Heiji. Atas perintah resmi Pangeran Mochihito, Yoritomo bertempur untuk menyingkirkan klan Taira. Setelah menguasai wilayah Kanto, Yoritomo mendirikan markas besar di Kamakura. Yoshitomo menghabisi Minamoto no Yoshinaka (adik sepupu) dan menghancurkan klan Taira dengan bantuan adik-adiknya. Minamoto no Yoshitsune, adik lain ibu yang membantunya dalam peperangan dikucilkan dan dibunuh. Klan Ōshū Fujiwara dihancurkan dalam Perang Ōshū, dan Yoritomo diangkat sebagai Sei-i Taishōgun di tahun 1192. Pemerintahan militer yang dirintisnya disebut Keshogunan Kamakura dan bertahan sekitar 680 tahun hingga Restorasi Meiji.

Minamoto no Yoshitsune

Minamoto no Yoshitsune  (1159 - 15 Juni 1189) adalah samurai klan Minamoto di akhir zaman Heian yang berasal dari klan Kawachi Genji. Yoshitsune adalah adik lain ibu dari pendiri Keshogunan Kamakura, Minamoto no Yoritomo. Nama aliasnya adalah Kurō Yoshitsune.
Yoshitsune dilahirkan sebagai Ushiwakamaru, putra ke-9 dari kepala klan Kawachi Genji bernama Minamoto no Yoshitomo. Setelah ayahnya terbunuh dalam Pemberontakan Heiji melawan Taira no Kiyomori, Ushiwakamaru dititipkan di kuil Kurama. Selanjutnya ia dipindahkan ke Hiraizumi di Mutsu, dan dititipkan kepada Fujiwara no Hidehira yang menjabat kepala klan Ōshū Fujiwara sekaligus penguasa Mutsu. Sementara itu, kakak tertua Yoshitsune, Yoritomo terus memimpin perlawanan untuk menggulingkan klan Taira yang disebut Pemberontakan zaman Jishō-Jūei (Perang Genpei). Setelah dewasa, Yoshitsune bergabung membantu Yoritomo, dimulai dari Pertempuran Ichi-no-Tani, Pertempuran Yashima, hingga akhirnya klan Minamoto berhasil menghancurkan armada klan Taira dalam Pertempuran Dan-no-ura. Walaupun berjasa besar sebagai pemimpin perang, Yoshitsune tidak diberi penghargaan yang pantas oleh Yoritomo, dan sebagian wilayah kekuasaannya dirampas. Yoshitsune dianggap memperlihatkan sikap memberontak sehingga dicap sebagai musuh kaisar dan menjadi buronan di seluruh negeri. Dalam pelariannya, Yoshitsune meminta perlindungan klan Ōshū Fujiwara yang pernah membesarkannya. Fujiwara no Yasuhira berhasil didesak Yoritomo agar menangkap Yoshitsune. Yasuhira menyerang Yoshitsune yang sedang berada di Koromogawa no tachi (sekarang ada di kota Ōshū, Prefektur Iwate). Yoshitsune yang sudah terkepung akhirnya bunuh diri.
Kematian Yoshitsune menerima banyak simpati dari banyak orang. Dari kisah Yoshitsune dikenal istilah Hōgan biiki (判官贔屓?) yang merupakan ungkapan simpati orang Jepang terhadap pihak yang kalah (istilah ini tidak dibaca sebagai Han-gan biiki). Hōgan adalah jabatan yang diberikan kaisar kepada Yoshitsune, sedangkan hiiki berarti "simpati" atau "melindungi". Ungkapan ini kurang lebih berarti, "Pihak yang lemah dengan alasan ia lemah, maka banyak orang yang bersimpati.

Gempei War

The Genpei War (源平合戦 Genpei kassen, Genpei gassen?) (1180–1185) was a conflict between the Taira and Minamoto clans during the late-Heian period of Japan. It resulted in the fall of the Taira clan and the establishment of the Kamakura shogunate under Minamoto Yoritomo in 1192.
The name "Genpei" (pronounced and sometimes romanised as Gempei) comes from alternate readings of the kanji 'Minamoto' (源) and 'Taira' (平). The conflict is also known in Japanese as the Jishō-Juei War (治承寿永の乱 Jishō-Juei no ran?),[1][2] after the two eras between which it took place.
It began with Minamoto support for a different candidate to take the throne, in conflict with the Taira's nomination. The ensuing Battle of Uji took place just outside Kyoto, starting a five-year long war, concluding with a decisive Minamoto victory in the naval Battle of Dan-no-ura.